Karyaku~
Ikhlas dari lubuk hatiku ...
Di kedinginan malam yang menyelubungi keresahan
Terbelenggu oleh pelbagai macam perasaan
Dibendung dengan seribu jenis kesangsian
Hingga membakar naluri yang terdampar kesepian
Biarlah tulus hatiku, biarlah mulus kasihku
Biar tercalar di mataku, biar sumbing di hatiku
Tetapku tegar mengharungi duri-duri tajam itu
Yang jatuh berderaian di pinggiran jalanku
Jenuh akan juram yang melanda diri
Yang sering menghantui dibenak fikiran ini
Dengan kekesalan yang sungguh tiada erti
Tidak akan mungkin dapat terpatri lagi
Lakaran hatiku yang berukiran kasih
Dan ketika gerimis mengundang sedih
Beban rinduku yang kian menagih
Lahir dari jiwa yang sering merintih
Rintihan pilu yang berbisikkan sayu
Tiada pernah berpura dengan pujuk rayu
Dengarlah keluhan dan redahan sang bayu
Ibarat dedaun pohon yang mulai layu
Gemersik pantai membisikkan namamu
Gersang lautan merinduimu selalu
Aku termanggu menunduk lesu
Menatap.. merayu.. akan penawarku~
Excuse my horrendous melayu indah ...
My macam paham mode was switched ON due to excessive boredom @ work.
I dedicated an hour to compose this piece hokey~
Heee~
Di kedinginan malam yang menyelubungi keresahan
Terbelenggu oleh pelbagai macam perasaan
Dibendung dengan seribu jenis kesangsian
Hingga membakar naluri yang terdampar kesepian
Biarlah tulus hatiku, biarlah mulus kasihku
Biar tercalar di mataku, biar sumbing di hatiku
Tetapku tegar mengharungi duri-duri tajam itu
Yang jatuh berderaian di pinggiran jalanku
Jenuh akan juram yang melanda diri
Yang sering menghantui dibenak fikiran ini
Dengan kekesalan yang sungguh tiada erti
Tidak akan mungkin dapat terpatri lagi
Lakaran hatiku yang berukiran kasih
Dan ketika gerimis mengundang sedih
Beban rinduku yang kian menagih
Lahir dari jiwa yang sering merintih
Rintihan pilu yang berbisikkan sayu
Tiada pernah berpura dengan pujuk rayu
Dengarlah keluhan dan redahan sang bayu
Ibarat dedaun pohon yang mulai layu
Gemersik pantai membisikkan namamu
Gersang lautan merinduimu selalu
Aku termanggu menunduk lesu
Menatap.. merayu.. akan penawarku~
Excuse my horrendous melayu indah ...
My macam paham mode was switched ON due to excessive boredom @ work.
I dedicated an hour to compose this piece hokey~
Heee~
Comments